2017/09/24

Prinsip-prinsip dan teknik-teknik dalam mengelola keuangan (part 2)

Pada artikel sebelumnya, sempat kita membaca mengenai artis yang tidak menjalankan perencanaan keuangan dan pada akhirnya, artis tersebut menjual kembali barang atau aset yang dibelinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. 

Nah, kalau sudah mengerti pentingnya perencanaan keuangan, kita perlu belajar apa yang namanya budget. Menurut asal katanya, budget berasal dari bahasa Perancis bougette, yang artinya dompet. Sederhananya, budget adalah rencana keuangan buat satu masa tertentu, misalnya harian, mingguan, dan bulanan. Kalau diumpamakan, budget itu kayak sketsa. Sebelum bikin lukisan, biasanya kita bikin sketsa dulu, kan? Kira-kira bakal kayak apa nanti lukisannya, nah, itulah fungsinya budget: supaya kita bisa punya "sketsa" keuangan dan tahu apa yang akan dilakukan dengan uang kita. Dengan begitu, kita nggak akan bingung lagi mau beli apa, mau bayar apa, karena dengan punya budget, semua hal tersebut akan jelas.




Walaupun bikin budget itu penting, sayangnya  masih banyak orang yang malas bikin budget. Kenapa? mereka menganggap bikin budget itu ribet dan kadang-kadang merasa kebebasan mereka terkekang karena adanya budget. Tapi mungkin dua hal yang sering dirasakan masyarakat ini adalah akibat dari kekurangpahaman akan pentingnya masalah budget dan bagaimana budget justru bisa menciptakan kebebasan finansial (financial freedom).

Sering nonton pertandingan basket NBA, nggak? Dalam cuplikan video, mungkin anda terkagum-kagum para pemain basket profesional tersebut bisa melakukan banyak gaya akrobatik yang keren abis. Tidak jarang mereka bisa memasukkan bola dari tengah lapangan. Waktu SMA dulu,  kayaknya saya tidak pernah memasukkan bola dari tengah lapangan. Kenapa? Apa yang membedakan saya dengan para pemain basket NBA tadi? jumlah latihan yang dilakukan. Jumlah keringat yang dicucurkan. Jumlah jam yang dihabiskan untuk menyempurnakan teknik lemparan (shooting skills). Pemain NBA menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya untuk berlatih basket dan melakukan berbagai macam latihan fisik yang menantang. Bagi orang yang tidak berkecimpung di NBA, kemungkinan besar mereka tidak menyukai latihan basket yang super keras dan melelahkan. Mungkin jauh lebih enak bagi non-atlet untuk nggak latihan sehingga bisa pergi ke mall buat shopping. Tapi pemain NBA menjalani semua latihan yang keras tadi karena ingin menjadi lebih baik. Ini hal yang persis sama dengan masalah budgeting. Praktik budgeting membosankan dan sering terasa sangat sulit. Tapi ketika kita menjadikannya bagian dari hidup, kita akan mulai melihat dan menuai buah yang manis. Kondisi keuangan akan menjadi lebih baik dan kita tidak akan stres sebanyak ketika hidup memakai uang secara asal-asalan.

Memangya apa saja sih manfaat punya budget?
1. Budget membantu kita untuk menjadi kaya.
Semu orang ingin jadi kaya, setuju? tapi bagaimana caranya supaya bisa jadi kaya? dengan menabung? Ya, bisa. Dengan investasi? Bisa juga. Dengan sekolah yang tinggi? Good answer. Tapi semua hal yang baik tadi (menabung, berinvestasi, dan sekolah lagi) membutuhkan uang. Apa yang mau ditabung kalau kita nggak punya uang? Mau investasi apa kalau uangnya nggak pernah ada? Mau sekolah setinggi apa kalau nggak punya biayanya?
So, kalau mau kaya, kita mesti punya uang lebih. Terus apa hubungannya dengan masalah budget? nah, budget ini membantu anda agar anda ingat untuk tidak menghamburkan uang secara berlebihan, namun untuk menyisakan uang lebih.

Misal kita mau menabung, tuliskan di dalam budget jumlah uang yang akan ditabung per bulannya. Mau investasi, tuliskan juga di budget kita. Mau sekolah yang tinggi, tuliskan juga jumlah uang yang dibutuhkan dalam budget. Singkatnya, punya budget adalah langkah awal dari usaha untuk punya uang lebih dan setelah punya uang lebih, barulah kita bisa menabung, berinvestasi, atau sekolah lebih tinggi lagi.

2. Budget bisa bikin kita mulai keluar dari jerat utang.
Ada sebuah cerita nyata, beberapa orang di Jakarta yang punya penghasilan bulanan yang lumayan besar, tapi penghasilan mereka selalu habis dipakai untuk bayar utang atau bayar bunga utang.
Tapi hal ini nggak perlu kita alami kalau punya budget yang jelas dan terukur, karena kita bisa banget bebas dari utang. Caranya? Tuliskan cicilan utang yang mau dibayarkan di budget kita. Jadi dengan begitu kita selalu ingat kalau ada utang yagn mesti dibayar (dengan kata lain, kita mendisiplinkan diri sendiri untuk mencicil sebanyak yang kita mampu, bukan sebanyak yang kita mau). Kalau utang terlalu besar buat dibayar sekaligus, coba dicicil sebesar dan semampunya. Tuliskan juga jumlah cicilan per bulannya di dalam budget. Dengan cara ini, slowly but sure, kemungkinan besar anda bisa bebas dari hutang. 


3. Budget bikin kita mengetahui kondisi keuangan sebenarnya.
Dengan bikin budget, kita sebenarnya sedang melakukan reality check atas kondisi keuangna saat ini. Waktu melihat budget yang sudah dibuat, kita akan disadarkan inilah keadaan keuangan yang sesungguhnya, berapa besar harus menabung, berapa besar harus mengirit, dan berapa banyak uang yang bisa dihabiskan untuk setiap pos pengeluaran sehingga kita tidak akan berada dalam kondisi lebih besar pasak daripada tiang (gejala overspending). 

4. Budget bisa memicu kita lebih kreatif.
Dengan punya budget, kita bisa membandingkan keinginan dan keadaan keuangan yang sebenarnya, karena bisa jadi keinginan dan kemampuan keuangan kita beda jauh. Misalnya karena ingin liburan ke luar negeri, kita memutuskan untuk mulai menabung. Nah, pas bikin budget, kita bikin pos untuk tabungan rekreasi ke laur negeri. Ternyata setelah dilihat-lihat, ditimbang-timbang, dan dihitung-hitung, kalau dengan jumlah tabungan sekarang, butuh waktu yang sangat lama untuk mencapai target main ke luar negeri tersebut. Nah, bagaimana caranya supaya bisa mencapai keinginan ke luar negeri itu? it's time for creativity. Kita bisa meningkatkan penghasilan atau memotong pos pengeluaran yang nggak perlu dengan cara yang kreatif. Misalnya, mulai melakukan praktik nebeng orang (carpooling) untuk pergi ke kantor, sehingga bisa patungan untuk bayar bensin atau uang tol. Emang lebih ribet sih, cuma praktik seperti ini membantu mengurangi pengeluaran rutin.

5. Budget bisa bikin hidup kita lebih terarah.
Sebagian besar orang tidak punya cukup uang untuk beli atau mendapatkan semua yang diinginkannya. Jadi, kita harus bikin prioritas dalam hidup karena uang sangat terbatas. Budget akan membantu mendapatkan keinginan kita, walaupun mungkin tidak semuanya bisa didapatkan.
Misalnya, kita ingin punya mobil. Coba survei dulu berapa harganya. Kalau dicicil lewat bank berapa bunganya? Berapa uang mukanya? Setelah datanya lengkap, kita mulai buat budget-nya. Berapa uang yang mesti disisihkan setiap bulan buat uang muka atau cicilannya. Tuliskan semua informasi itu dalam budget. Dengan begitu, hidup kita akan jadi lebih terarah, kan? Karena kita tahu apa yang dituju dan berapa banyak uang yang diperlukan untuk mencapainya.


"Membuat rencana pengeluaran adalah cara tercepat untuk memeproleh semua hal yang anda butuhkan, mulai dari hal menguasai uang anda sampai hal bebas dari jeratan utang."
 - Dave Ramsey

Salah satu nasihat terbaik yang pernah diberikan oleh Stephen Covey dalam bukunya yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People adalah habit #3: put first things first. Di sana convey menjelaskan supaya bisa jadi seorang pribadi yang efektif, kita harus melakukan segala seuatu sesuai dengan prioritas hidup. Kita nggak bisa melakukan sesuatu hal semaunya. Dengan melakukan segala sesuatu sesuai prioritas, kita akan punya hidup yang lebih efektif dan maksimal.

Dalam bikin budget, prinsip "put first things first" ini juga berlaku banget. Kita nggak bisa langsung begitu saja corat coret atau ketak ketik, menentukan berapa jumlah uang yang dianggarkan untuk setiap pos pengeluaran. Ada 2 hal yang mesti diingat sebelum membuat budget. Apa saja kedua hal tersebut?
1. Catat semua penghasilan dan pengeluaran selama sebulan penuh.

Kata semua ini penting. Mulai dari pengeluaran yang besar seperti biaya sekolah anak, cicilan murah, cicilan mobil, uang belanja dapur bulanan sampai dengan pengelauran kecil seperti jajan roti atau ngopi di kedai. Awalnya mungkin akan terasa sulit karena tidak biasa. Tapi dengan latihan, lama-lama akan jadi terbiasa. Kalau belanja di supermarket, biasakan minta dan simpan kuitansinya. Kalau belanja di warung yang nggak ada kuitansi, catat di handphone. Hla yang sama berlaku juga buat pendapatan kita. Catat semua pendapatan, termasuk komisi, penghasilan tambahan, bonus, THR, dll.

2. Kategorikan semua penghasilan dan pengeluaran.
Kalau sudah mulai melakukan pencatatan keuangan, kita akan bagi semua pengeluaran menjadi dua kelompok: pengeluaran tetap (yang sifatnya regular, dapat diprediksi jumlahnya, dan nilainya tetap seperti cicilan rumah, uang sekolah, sumbangan lingkungan, dll). Dan pengeluaran tidak tetap (yang sifatnya berubah-ubah seperti uang jajan, uang kado, biaya transportasi, dll). Dari sini kita tahu apa saja pengeluaran setiap bulannya dan kita bisa memperkirakan berapa banyak biaya hidup yang dibutuhkan (dan mengetahui berapa banyak biaya hidup bulanan sangat penting, supaya bisa tahu berapa banyak dana cadangan yang harus dipersiapkan).

Dua langkah di atas adalah dua langkah persiapan sebelum membuat budget. Setelah data-data di atas lengkap, kita bisa melangkah ke tahap selanjutnya, membuat budget. Tapi sebelum itu, ada satu hal lagi yang mesti kita ketahui: bedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Keinginan VS Kebutuhan
Apa perbedaan antara kebutuhan dan keinginan? sederhananya, kebutuhan adalah semua hal yang kita butuhkan, yang tanpanya kita nggak bisa hidup. Contohnya adalah makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Sedangkan sesuai namanya, keinginan adalah semua hal yang nggak harus terpenuhi karena kita nggak akan mati karenanya.

So, apa hubungannya dengan budget?
Setelah mengelompokkan semua pengeluaran kita menjadi pengeluaran tetap dan pengeluaran tidak tetap, kita jadi tahu apa saja pengeluaran dalam sebulan. Mana yang penting dan mana yang tidak penting. Kita jadi tahu mana yang termasuk keinginan dan mana yang termasuk kebutuhan. Pastikan uang yang kita punya dipakai untuk memenuhi kebutuhan terlebih dahulu, baru untuk keinginan. Jangan dibalik. Untuk lebih jelasnya, coba simak video berikut ini :

Belum mengerti isi video barusan karena terkendala bahasa inggris? Berikut cerita dari video barusan, ada sebuah toples yang ingin kita isi dengan batu besar, batu kecil, pasir, dan air. Pertama, toples diisi dengan batu-batu besar sampai penuh. Apa betul toples tadi sudah terisi penuh? Ternyata belum karena masih bisa diisi dengan batu kecil di sela-selanya. Apa betul sekarang toples sudah penuh? Ternyata belum. toples tadi masih bisa diisi dengan pasir di semua bagian yang berongga!

Batu besar melambangkan kebutuhan, sedangkan air melambangkan keinginan. Pasir ada di antara kebutuhan dan keinginan kita. Jadi kalau pakai uang kita untuk memenuhi semua kebutuhan hidup dulu baru pakai sisa uang (kalau masih ada) untuk memenuhi keinginan, hidup kita akan merasa aman dan kita nggak akan terjerat utang.

Kembali ke kisah toples tadi, apa jadinya kalau kita masukkan semua pasir ke dalam toples? apa masih ada ruang untuk memasukkan batu kecil? apa masih ada ruang untuk batu besar? nggak mungkin ada dong? Nah, ini yang jadi masalah besar ketika kita pakai uang untuk beli barang-barang keinginan duluan. Kita nngak punya sisa uang untuk bayar kebutuhan hidup yang jauh lebih penting. Nah, kalau sudah habiskan uang untuk beli pakaian baru tiap bulannya, bagaimana bisa bayar uang kos bulanan? Yah, terpaksa harus pinjam uang, dong? kalau nggak, masa mau tidur di jalan?

Okay, sekarang saatnya bikin budget. Bagaimana caranya? gampang kok, yang kita butuhkan cuma selembar kertas dan pulpen. Atau kalau mau, bisa juga pakai program Excel di komputer. Nggak masalah mau pakai sarana apa, yang penting budget itu harus dalam bentuk tertulis dan mudah dilihat. okay, sudah siapkan kertas dan pulpen atau nyalakan komputer dan buka program excel? Good! Nah, sekarang langkah pertama: bikin dua kolom. Tulis 'pendapatan' di kolom pertama, dan 'pengeluaran' di kolom kedua.
Di bawah kolom pendapatan, tuliskan semua pendapatan kamu: baik pendapatan tetap ataupun tidak tetap. Di bawah kolom pengeluaran, tuliskan semua pengeluaran. Kalau sudah, jumlahkan masing-masing kolom. Sudah? Nah, sekarang bandingkan kedua kolom tadi, mana yang lebih besar? kolom pendapatan atau kolom pengeluaran? idealnya adalah jumlah pendapatan lebih besar dari jumlah pengeluaran. 
Nah, bagaimana kalau jumlah pengeluaran masih lebih besar dari jumlah pendapatan? saatnya evaluasi! benar-benar evaluasi dengan jujur apa yang jadi masalah keuangan kita. Apa ada pos-pos pengeluaran yang bisa dikurangi bahkan dihapus sama sekali? apa ada pengeluaran yang sebenarnya nggak terlalu perlu? kalau merasa sudah optimal dalam menekan semua pengeluaran, berarti kita harus mencari pendapatan tambahan (terpaksa). Tapi selalu ada saja pos pengeluaran yang bisa dikurangi, paling tidak untuk sementara sampai kondisi kesehatan keuangan membaik.

Apa yang dibahas barusan adalah cara bikin budget paling sederhana. Paling basic. Paling simple. Kalau merasa budget itu terlalu sederhana, kita bisa kembangkan budget tersebut jadi lebih advanced. Caranya, tambahkan beberapa kolom lagi selain kolom pendapatan dan kolom pengeluaran. Misalnya, bisa ditambahkan kolom tagihan, khusus untuk mencatat rincian tagian yang harus dibayar plus jumlahnya dan deadline-nya. Atau bisa ditambahkan kolom utang, yang isinya jumlah utang yang jatuh tempo dan kapan harus dibayar (dengan demikian, diharapkan kita tidak akan terlambat bayar cicilan dan ggak usah bayar denda akibat terlambat bayar cicilan). Memang cara ini sedikit lebih ribet dibanding budget biasa, tapi dengan begini, kita jadi punya gambaran yang lebih jelas, apa-apa saja yang jadi kebutuhan setiap bulannya dan berapa banyak uang yang harus disiapkan. Nggak ada salahnya lebih ribet sedikit, tapi hasilnya lebih baik, kan?

Kalau budget sudah ada, terus ngapain? Do it. Spend your money according to your budget. Jangan biarkan budget kita cuma jadi tulisan doang. Mulailah lakukan apa yang dituliskan di sana.



0 comments:

Post a Comment