Financial budgeting (Perencanaan keuangan)

Perencanaan keuangan merupakan bagian dari pengelolaan keuangan yang sangat bermanfaat.

Mari bersama kita tumbuhkan kesadaran untuk belajar mengelola keuangan dengan baik

Untuk melihat artikel terkait prinsip-prinsip dan teknik-teknik dalam mengelola keuangan (bagian 1), maka klik judul "Mari bersama kita tumbuhkan kesadaran untuk belajar mengelola keuangan dengan baik" di atas.

Anda ingin kaya untuk menolong orang miskin?

Jika anda ingin kaya dan menolong orang miskin, bacalah artikel "baca ini dulu" yang ada di sebelah kanan atas pojok dari halaman ini atau klik judul dari tulisan ini.

Langkah awal menuju pengelolaan uang yang baik

Ada langkah awal yang disarankan jika anda ingin menuju ke pengelolaan uang yang baik.

Sedikit informasi mengenai menabung VS investasi

Investasi bisa dalam bentuk properti dan lain sebagainya, mana yang lebih baik antara menabung dan investasi? untuk mendapat informasi mengenai jawaban pertanyaan ini, klik judul dari tulisan ini.

2017/09/25

Sedikit informasi mengenai menabung dan investasi



Ada anggapan bahwa menabung di bank sekarang kurang menguntungkan karena bunganya kecil, pajaknya besr, biaya administrasinya juga tinggi. Semua itu tidak seimbang dengan tikat inflasi yang ada. Kalau dalam jangka waktu lama, menabung di bank bukannya membuat kita makin beruntung, tapi malah buntung, karena tingkat inflasi yang lebih besar dari bunga bersih yang didapatkan. Makanya nggak heran kalau dalam beberapa tahun terkahir, ada anggapan lebih baik berinvestasi, karena dianggpa lebih menguntungkan daripada menabung. Benarkah begitu?
Sebenarnya menabung agak berbeda dengan investasi. Kalau menabung, faktor yang diutamakan adalah faktor keamanan, faktor kenyamanan, dan faktor likuiditas. Jadi, fokus utama menabung bukanlah untuk mendapat hasil tabungan (saving yield) setinggi-tingginya. Ketika menabung, fokus utamanya adalah supaya uang kita aman, gampang ditabung, dan gampang ditarik kalau dibutuhkan. Tapi kalau bicara masalah investasi, faktor utama yang jadi perhatian kita adalah faktor hasil investasi (investment yield).

Sebenarnya investasi juga adalah sebuah bentuk lain dari tabungan. Hanya saja, investasi punya risiko yagn lebih tinggi dari tabungan. Resiko yang paling umum adalah resiko kerugian atau resiko turun nilai (depresiasi). Dalam investasi, kemungkinan uang kita hilang bisa terjadi kapan saja tanpa diduga karena sifat investasi yang tidak pasti. Selain itu, investasi lebih susah diambil atau dicairkan dibanding tabungan yang bisa diambil kapan saja. Contohnya kita punya investasi dalam bentuk properti (sebidang tanah atau rumah). Ketika membutuhkan uang, kita tidak bisa begitu saja mencairkan investasi dan menarik uangnya, kan?
Jadi, mana yang harus dipilih? Menabung atau berinvestasi? Lebih baik punya kedua-duanya karena kedua instrumen keuangan ini punya kelebihan yang berbeda. Dengan mempunyai keduanya, dapat mengurangi resiko kerugian yang terlalu besar, misalnya ketika dunia investasi sedang terpuruk (down market), seperti krisis ekonomi tahun 1997. Saat itu walaupun dunia investasi terpuruk, bunga tabungan malah naik begitu besar karena pemerintah berusaha mempertahankan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika.

2017/09/24

Budgeting with envelope system (Penganggaran dengan sistem amplop)

Sebenarnya sistem amplop ini jadul banget, asalanya dari zaman kakek neek kita, waktu belum ada ATM, auto debit, dan bank masih jarang. Terus kenapa dibahas sistem amplop ini? karena efektif! cara ini efektif buat kita yang hobinya "gesek kartu". Gesek kartu debit, ataupun gesek kartu kredit. Dengan cara ini kita bisa say "bye bye" to "gesek" karena akan banyak pakai uang tunai. Dengan cara jadul ini, kita cuman bisa mengeluarkan uang sebanyak jumlah uang yang ada di amplop, sesuai dengan porsi yang ditetapkan di awal bulan. Untuk lebih jelasnya simak deh video berikut ini :


Setelah lihat video tadi, anda masih bingung? hmm sebenarnya caranya simple saja. Begitu anda dapat uang di awal bulan, langsung pisah-pisahkan uang anda tersebut berdasarkan kebutuhan bulanan anda. Ambil sejumlah amplop (sesuai jumlah pos pengeluaran) lalu masukkan ke dalam amplop-amplop tadi sejumlah uang yang sudah kita alokasikan untuk pos pengeluaran itu. Misalnya ada amplop untuk biaya makan satu bulan. Nah, masukkan sejumlah uang yang memang dialokasikan untuk biaya makan sebulan ke dalam amplop makan tadi. atau jika ada amplop untuk belanja baju, maka masukkan uang buat belanja baju ke dalam amplop "belanja baju". Dan setiap kali mau bayar makan atau beli baju, pastikan kita pakai uang yang ada di amplop yang bersangkutan. Jangan pernah ambil uang dari amplop lain. Jangan lupa tuliskan juga berapa jumlah uang yang dipakai supaya kita tahu berapa banyak uang yang sudah terpakai dan berapa banyak sisanya.

Misalkan kita belanja tapi jumlah belanjaannya lebih besar dari yang kita budget-kan? gimana donk? kurangi jumlah belanjaannya. Sesuaikan jumlah belanjaan dengan uang yang ada di amplop. Cara ini memang jadul tapi efektif, karena selain mengetahui budget, kita juga lebih disiplin dan bisa membatasi diri dalam memakai uang. Cara ini memang kurang efisien, mesti ambil uang, bagi-bagi, masukkan amplop, tapi lebih baik daripada gesek kartu kredit, lalu kemudian nggak punya uang untuk lunasi biaya kartu kredit tadi.
Survei menunjukkan bahwa orang menghabiskan 18% lebih banyak, kalau memakai kartu kredit daripada ketika membayar dengan uang tunai. Wow!

Bagaimana kalau uang di amplop tertentu sudah habis, tapi masih ingin belanja? Stop! Belajarlah untuk menahan diri. Kalau memang ada alternatif lain yang baik selain belanja, gunakan itu. Dan juga jangan berpikir untuk memakai uang dari amplop lain. Jangan! intinya, uang di amplop itu hanya boleh digunakan sesuai dengan kebutuhan yang tertulis di amplopnya. Tujuan sistem ini supaya kita belajar disiplin dan belajar pakai uang sesuai budget. Bagaimana kalau seandainya uangnya ada sisa? Good job. Kita bisa tabung sisa uang tersebut untuk budget bulan depan atau untuk merayakan keberhasilan menggunakan sistem amplop (tapi perayaannya jangan mahal-mahal yah hehe).

Envelope system ini bisa digunakan untuk semua pengeluaran. Gunakan cara ini untuk pos-pos yang bisa membuat budget kita "gembos" kayak : makan di resto, hiburan, dan belanja baju.

Apa yang terlintas dalam pikiran kalau dengar ada tukang sayur yang bisa punya motor seharga Rp 54 juta? mungkin ada orang yang bilang nggak mungkin atau ada yang berpikir, jangan-jangan maling nih orang. Atau malah ada yang berpikir ini cuma tipu-tipu alias hoax. Tapi ini adalah cerita nyata, lho. Kejadiannya ada di Magelang. Namanya Tanto Dwi Anggoro. Pekerjaannya sehari-hari adalah jualan sayur keliling pakai Yamaha R25 250 cc yang ia beli kontan! gaya, kan?
Kenapa seorang tuykang sayur biasa bisa punya motor semahal itu? Kuncinya adalah mengerti konsep budgeting yang bagus. Biar cuman dapat untung Rp 250.000 sehari dari hasil jualan sayur kelilingnya, Mas Dwi ini pintar mengatur uangnya dan punya budget. Uang yang didapatnya itu dibagi bagi untuk berbagai macam keperluan. Sebagian ditabung buat beli motor sebagian buat beli bensin per hari, buat jatah istri per hari, buat bayar sekolah anak, buat bayar hutang, dan sebagainya. hasilnya? Satu motor Yamaha R25 250 cc baru dan satu kelaurga bahagia yang nggak kekurangan.

Ini satu contoh nyata dari power of budget. Sepertinya bikin budget itu sederhana atau mungkin ribet bagi beberapa orang, tapi dampaknya dahsyat, bro!

Prinsip-prinsip dan teknik-teknik dalam mengelola keuangan (part 2)

Pada artikel sebelumnya, sempat kita membaca mengenai artis yang tidak menjalankan perencanaan keuangan dan pada akhirnya, artis tersebut menjual kembali barang atau aset yang dibelinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. 

Nah, kalau sudah mengerti pentingnya perencanaan keuangan, kita perlu belajar apa yang namanya budget. Menurut asal katanya, budget berasal dari bahasa Perancis bougette, yang artinya dompet. Sederhananya, budget adalah rencana keuangan buat satu masa tertentu, misalnya harian, mingguan, dan bulanan. Kalau diumpamakan, budget itu kayak sketsa. Sebelum bikin lukisan, biasanya kita bikin sketsa dulu, kan? Kira-kira bakal kayak apa nanti lukisannya, nah, itulah fungsinya budget: supaya kita bisa punya "sketsa" keuangan dan tahu apa yang akan dilakukan dengan uang kita. Dengan begitu, kita nggak akan bingung lagi mau beli apa, mau bayar apa, karena dengan punya budget, semua hal tersebut akan jelas.




Walaupun bikin budget itu penting, sayangnya  masih banyak orang yang malas bikin budget. Kenapa? mereka menganggap bikin budget itu ribet dan kadang-kadang merasa kebebasan mereka terkekang karena adanya budget. Tapi mungkin dua hal yang sering dirasakan masyarakat ini adalah akibat dari kekurangpahaman akan pentingnya masalah budget dan bagaimana budget justru bisa menciptakan kebebasan finansial (financial freedom).

Sering nonton pertandingan basket NBA, nggak? Dalam cuplikan video, mungkin anda terkagum-kagum para pemain basket profesional tersebut bisa melakukan banyak gaya akrobatik yang keren abis. Tidak jarang mereka bisa memasukkan bola dari tengah lapangan. Waktu SMA dulu,  kayaknya saya tidak pernah memasukkan bola dari tengah lapangan. Kenapa? Apa yang membedakan saya dengan para pemain basket NBA tadi? jumlah latihan yang dilakukan. Jumlah keringat yang dicucurkan. Jumlah jam yang dihabiskan untuk menyempurnakan teknik lemparan (shooting skills). Pemain NBA menghabiskan waktu berjam-jam setiap harinya untuk berlatih basket dan melakukan berbagai macam latihan fisik yang menantang. Bagi orang yang tidak berkecimpung di NBA, kemungkinan besar mereka tidak menyukai latihan basket yang super keras dan melelahkan. Mungkin jauh lebih enak bagi non-atlet untuk nggak latihan sehingga bisa pergi ke mall buat shopping. Tapi pemain NBA menjalani semua latihan yang keras tadi karena ingin menjadi lebih baik. Ini hal yang persis sama dengan masalah budgeting. Praktik budgeting membosankan dan sering terasa sangat sulit. Tapi ketika kita menjadikannya bagian dari hidup, kita akan mulai melihat dan menuai buah yang manis. Kondisi keuangan akan menjadi lebih baik dan kita tidak akan stres sebanyak ketika hidup memakai uang secara asal-asalan.

Memangya apa saja sih manfaat punya budget?
1. Budget membantu kita untuk menjadi kaya.
Semu orang ingin jadi kaya, setuju? tapi bagaimana caranya supaya bisa jadi kaya? dengan menabung? Ya, bisa. Dengan investasi? Bisa juga. Dengan sekolah yang tinggi? Good answer. Tapi semua hal yang baik tadi (menabung, berinvestasi, dan sekolah lagi) membutuhkan uang. Apa yang mau ditabung kalau kita nggak punya uang? Mau investasi apa kalau uangnya nggak pernah ada? Mau sekolah setinggi apa kalau nggak punya biayanya?
So, kalau mau kaya, kita mesti punya uang lebih. Terus apa hubungannya dengan masalah budget? nah, budget ini membantu anda agar anda ingat untuk tidak menghamburkan uang secara berlebihan, namun untuk menyisakan uang lebih.

Misal kita mau menabung, tuliskan di dalam budget jumlah uang yang akan ditabung per bulannya. Mau investasi, tuliskan juga di budget kita. Mau sekolah yang tinggi, tuliskan juga jumlah uang yang dibutuhkan dalam budget. Singkatnya, punya budget adalah langkah awal dari usaha untuk punya uang lebih dan setelah punya uang lebih, barulah kita bisa menabung, berinvestasi, atau sekolah lebih tinggi lagi.

2. Budget bisa bikin kita mulai keluar dari jerat utang.
Ada sebuah cerita nyata, beberapa orang di Jakarta yang punya penghasilan bulanan yang lumayan besar, tapi penghasilan mereka selalu habis dipakai untuk bayar utang atau bayar bunga utang.
Tapi hal ini nggak perlu kita alami kalau punya budget yang jelas dan terukur, karena kita bisa banget bebas dari utang. Caranya? Tuliskan cicilan utang yang mau dibayarkan di budget kita. Jadi dengan begitu kita selalu ingat kalau ada utang yagn mesti dibayar (dengan kata lain, kita mendisiplinkan diri sendiri untuk mencicil sebanyak yang kita mampu, bukan sebanyak yang kita mau). Kalau utang terlalu besar buat dibayar sekaligus, coba dicicil sebesar dan semampunya. Tuliskan juga jumlah cicilan per bulannya di dalam budget. Dengan cara ini, slowly but sure, kemungkinan besar anda bisa bebas dari hutang. 


3. Budget bikin kita mengetahui kondisi keuangan sebenarnya.
Dengan bikin budget, kita sebenarnya sedang melakukan reality check atas kondisi keuangna saat ini. Waktu melihat budget yang sudah dibuat, kita akan disadarkan inilah keadaan keuangan yang sesungguhnya, berapa besar harus menabung, berapa besar harus mengirit, dan berapa banyak uang yang bisa dihabiskan untuk setiap pos pengeluaran sehingga kita tidak akan berada dalam kondisi lebih besar pasak daripada tiang (gejala overspending). 

4. Budget bisa memicu kita lebih kreatif.
Dengan punya budget, kita bisa membandingkan keinginan dan keadaan keuangan yang sebenarnya, karena bisa jadi keinginan dan kemampuan keuangan kita beda jauh. Misalnya karena ingin liburan ke luar negeri, kita memutuskan untuk mulai menabung. Nah, pas bikin budget, kita bikin pos untuk tabungan rekreasi ke laur negeri. Ternyata setelah dilihat-lihat, ditimbang-timbang, dan dihitung-hitung, kalau dengan jumlah tabungan sekarang, butuh waktu yang sangat lama untuk mencapai target main ke luar negeri tersebut. Nah, bagaimana caranya supaya bisa mencapai keinginan ke luar negeri itu? it's time for creativity. Kita bisa meningkatkan penghasilan atau memotong pos pengeluaran yang nggak perlu dengan cara yang kreatif. Misalnya, mulai melakukan praktik nebeng orang (carpooling) untuk pergi ke kantor, sehingga bisa patungan untuk bayar bensin atau uang tol. Emang lebih ribet sih, cuma praktik seperti ini membantu mengurangi pengeluaran rutin.

5. Budget bisa bikin hidup kita lebih terarah.
Sebagian besar orang tidak punya cukup uang untuk beli atau mendapatkan semua yang diinginkannya. Jadi, kita harus bikin prioritas dalam hidup karena uang sangat terbatas. Budget akan membantu mendapatkan keinginan kita, walaupun mungkin tidak semuanya bisa didapatkan.
Misalnya, kita ingin punya mobil. Coba survei dulu berapa harganya. Kalau dicicil lewat bank berapa bunganya? Berapa uang mukanya? Setelah datanya lengkap, kita mulai buat budget-nya. Berapa uang yang mesti disisihkan setiap bulan buat uang muka atau cicilannya. Tuliskan semua informasi itu dalam budget. Dengan begitu, hidup kita akan jadi lebih terarah, kan? Karena kita tahu apa yang dituju dan berapa banyak uang yang diperlukan untuk mencapainya.


"Membuat rencana pengeluaran adalah cara tercepat untuk memeproleh semua hal yang anda butuhkan, mulai dari hal menguasai uang anda sampai hal bebas dari jeratan utang."
 - Dave Ramsey

Salah satu nasihat terbaik yang pernah diberikan oleh Stephen Covey dalam bukunya yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People adalah habit #3: put first things first. Di sana convey menjelaskan supaya bisa jadi seorang pribadi yang efektif, kita harus melakukan segala seuatu sesuai dengan prioritas hidup. Kita nggak bisa melakukan sesuatu hal semaunya. Dengan melakukan segala sesuatu sesuai prioritas, kita akan punya hidup yang lebih efektif dan maksimal.

Dalam bikin budget, prinsip "put first things first" ini juga berlaku banget. Kita nggak bisa langsung begitu saja corat coret atau ketak ketik, menentukan berapa jumlah uang yang dianggarkan untuk setiap pos pengeluaran. Ada 2 hal yang mesti diingat sebelum membuat budget. Apa saja kedua hal tersebut?
1. Catat semua penghasilan dan pengeluaran selama sebulan penuh.

Kata semua ini penting. Mulai dari pengeluaran yang besar seperti biaya sekolah anak, cicilan murah, cicilan mobil, uang belanja dapur bulanan sampai dengan pengelauran kecil seperti jajan roti atau ngopi di kedai. Awalnya mungkin akan terasa sulit karena tidak biasa. Tapi dengan latihan, lama-lama akan jadi terbiasa. Kalau belanja di supermarket, biasakan minta dan simpan kuitansinya. Kalau belanja di warung yang nggak ada kuitansi, catat di handphone. Hla yang sama berlaku juga buat pendapatan kita. Catat semua pendapatan, termasuk komisi, penghasilan tambahan, bonus, THR, dll.

2. Kategorikan semua penghasilan dan pengeluaran.
Kalau sudah mulai melakukan pencatatan keuangan, kita akan bagi semua pengeluaran menjadi dua kelompok: pengeluaran tetap (yang sifatnya regular, dapat diprediksi jumlahnya, dan nilainya tetap seperti cicilan rumah, uang sekolah, sumbangan lingkungan, dll). Dan pengeluaran tidak tetap (yang sifatnya berubah-ubah seperti uang jajan, uang kado, biaya transportasi, dll). Dari sini kita tahu apa saja pengeluaran setiap bulannya dan kita bisa memperkirakan berapa banyak biaya hidup yang dibutuhkan (dan mengetahui berapa banyak biaya hidup bulanan sangat penting, supaya bisa tahu berapa banyak dana cadangan yang harus dipersiapkan).

Dua langkah di atas adalah dua langkah persiapan sebelum membuat budget. Setelah data-data di atas lengkap, kita bisa melangkah ke tahap selanjutnya, membuat budget. Tapi sebelum itu, ada satu hal lagi yang mesti kita ketahui: bedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Keinginan VS Kebutuhan
Apa perbedaan antara kebutuhan dan keinginan? sederhananya, kebutuhan adalah semua hal yang kita butuhkan, yang tanpanya kita nggak bisa hidup. Contohnya adalah makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Sedangkan sesuai namanya, keinginan adalah semua hal yang nggak harus terpenuhi karena kita nggak akan mati karenanya.

So, apa hubungannya dengan budget?
Setelah mengelompokkan semua pengeluaran kita menjadi pengeluaran tetap dan pengeluaran tidak tetap, kita jadi tahu apa saja pengeluaran dalam sebulan. Mana yang penting dan mana yang tidak penting. Kita jadi tahu mana yang termasuk keinginan dan mana yang termasuk kebutuhan. Pastikan uang yang kita punya dipakai untuk memenuhi kebutuhan terlebih dahulu, baru untuk keinginan. Jangan dibalik. Untuk lebih jelasnya, coba simak video berikut ini :

Belum mengerti isi video barusan karena terkendala bahasa inggris? Berikut cerita dari video barusan, ada sebuah toples yang ingin kita isi dengan batu besar, batu kecil, pasir, dan air. Pertama, toples diisi dengan batu-batu besar sampai penuh. Apa betul toples tadi sudah terisi penuh? Ternyata belum karena masih bisa diisi dengan batu kecil di sela-selanya. Apa betul sekarang toples sudah penuh? Ternyata belum. toples tadi masih bisa diisi dengan pasir di semua bagian yang berongga!

Batu besar melambangkan kebutuhan, sedangkan air melambangkan keinginan. Pasir ada di antara kebutuhan dan keinginan kita. Jadi kalau pakai uang kita untuk memenuhi semua kebutuhan hidup dulu baru pakai sisa uang (kalau masih ada) untuk memenuhi keinginan, hidup kita akan merasa aman dan kita nggak akan terjerat utang.

Kembali ke kisah toples tadi, apa jadinya kalau kita masukkan semua pasir ke dalam toples? apa masih ada ruang untuk memasukkan batu kecil? apa masih ada ruang untuk batu besar? nggak mungkin ada dong? Nah, ini yang jadi masalah besar ketika kita pakai uang untuk beli barang-barang keinginan duluan. Kita nngak punya sisa uang untuk bayar kebutuhan hidup yang jauh lebih penting. Nah, kalau sudah habiskan uang untuk beli pakaian baru tiap bulannya, bagaimana bisa bayar uang kos bulanan? Yah, terpaksa harus pinjam uang, dong? kalau nggak, masa mau tidur di jalan?

Okay, sekarang saatnya bikin budget. Bagaimana caranya? gampang kok, yang kita butuhkan cuma selembar kertas dan pulpen. Atau kalau mau, bisa juga pakai program Excel di komputer. Nggak masalah mau pakai sarana apa, yang penting budget itu harus dalam bentuk tertulis dan mudah dilihat. okay, sudah siapkan kertas dan pulpen atau nyalakan komputer dan buka program excel? Good! Nah, sekarang langkah pertama: bikin dua kolom. Tulis 'pendapatan' di kolom pertama, dan 'pengeluaran' di kolom kedua.
Di bawah kolom pendapatan, tuliskan semua pendapatan kamu: baik pendapatan tetap ataupun tidak tetap. Di bawah kolom pengeluaran, tuliskan semua pengeluaran. Kalau sudah, jumlahkan masing-masing kolom. Sudah? Nah, sekarang bandingkan kedua kolom tadi, mana yang lebih besar? kolom pendapatan atau kolom pengeluaran? idealnya adalah jumlah pendapatan lebih besar dari jumlah pengeluaran. 
Nah, bagaimana kalau jumlah pengeluaran masih lebih besar dari jumlah pendapatan? saatnya evaluasi! benar-benar evaluasi dengan jujur apa yang jadi masalah keuangan kita. Apa ada pos-pos pengeluaran yang bisa dikurangi bahkan dihapus sama sekali? apa ada pengeluaran yang sebenarnya nggak terlalu perlu? kalau merasa sudah optimal dalam menekan semua pengeluaran, berarti kita harus mencari pendapatan tambahan (terpaksa). Tapi selalu ada saja pos pengeluaran yang bisa dikurangi, paling tidak untuk sementara sampai kondisi kesehatan keuangan membaik.

Apa yang dibahas barusan adalah cara bikin budget paling sederhana. Paling basic. Paling simple. Kalau merasa budget itu terlalu sederhana, kita bisa kembangkan budget tersebut jadi lebih advanced. Caranya, tambahkan beberapa kolom lagi selain kolom pendapatan dan kolom pengeluaran. Misalnya, bisa ditambahkan kolom tagihan, khusus untuk mencatat rincian tagian yang harus dibayar plus jumlahnya dan deadline-nya. Atau bisa ditambahkan kolom utang, yang isinya jumlah utang yang jatuh tempo dan kapan harus dibayar (dengan demikian, diharapkan kita tidak akan terlambat bayar cicilan dan ggak usah bayar denda akibat terlambat bayar cicilan). Memang cara ini sedikit lebih ribet dibanding budget biasa, tapi dengan begini, kita jadi punya gambaran yang lebih jelas, apa-apa saja yang jadi kebutuhan setiap bulannya dan berapa banyak uang yang harus disiapkan. Nggak ada salahnya lebih ribet sedikit, tapi hasilnya lebih baik, kan?

Kalau budget sudah ada, terus ngapain? Do it. Spend your money according to your budget. Jangan biarkan budget kita cuma jadi tulisan doang. Mulailah lakukan apa yang dituliskan di sana.



Prinsip-prinsip dan teknik-teknik dalam mengelola keuangan (part 1)

 A. Belajar berhemat
 "Kedamaian finansial bukanlah masalah kepemilikan benda, tapi cara belajar hidup hemat, di mana pengeluaran lebih kecil daripada penghasilan sehingga anda dapat punya uang lebih dan uang untuk berinvestasi. Anda tidak bisa menang sampai melakukan hal ini." 
- Dave Ramsey 




Orang kaya adalah orang yang mengatur uangnya dengan baik. mereka tidak menghamburkan semua uangnya untuk kesenangan pribadi, karena mereka punya tujuan yang lebih besar. Mereka tahu cara membagi uangnya untuk ditabung, dipakai, dan diinvestasikan. Inilah mental yang harus kita miliki dan kembangkan. Jangan punya mental yang salah mengenai keuangan, mental yang salah tersebut adalah begitu ada uang, langsung dihabiskan saat itu juga, tanpa berpikir panjang. Namun bukan berarti setelah membaca artikel ini, anda menjadi hemat luar biasa tanpa menghiraukan kesehatan anda, contoh yang perlu dihindari ketika berhemat : setiap hari hanya makan mie instant, ini kurang baik, karena kita tahu sendiri bahwa kandungan gizi mie instan kurang mencukupi kebutuhan gizi manusia, dan resiko yang bisa dialami orang yang setiap harinya selalu makan mie instan adalah daya tahan tubuh yang kurang kuat, sehingga lebih mudah terserang penyakit dan akitbatnya justru mengeluarkan biaya pemeriksaan di ruang praktek dokter dan biaya berobat yang jauh lebih mahal dibandingkan makan makanan yang cukup bergizi setiap harinya.

B. Rencanakan keuanganmu
Perencanaan atau planning mungkin berkesan seperti sebuah hal yang kompleks dan hanya dipakai oleh para profesional berdasi di kota besar, namun kenyataannya, planning sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terlepas dari siapa kita dan apa status sosial kita. Kita setiap hari, sadar nggak sadar, membuat planning mulai dari pagi sampai malam hari. Mulai dari planning hal yang sederhana (seperti mau bangun jam berapa, makan jam berapa, makanan jenis apa), sampai planning hal yang lebih besar (seperti mau kulaih di universitas mana, ambil jurusan apa, mau kerja di perusahaan apa, mau tinggal di mana).

Kalau kita rela mengambil waktu dan pikiran buat bikin planning hal-hal yang nggak terlalu penting, kita harus lebih mau ambil waktu dan pikiran bikin planning untuk hal yang jauh lebih penting, kayak masalah keuangan. bener, nggak? Sayangnya, sebagian banyak orang lebih sering bikin planning hal-hal kecil yang tidak terlalu penting daripada bikin planning buat hal yang memang penting. Hal ini mungkin karena hal-hal kecil itu nggak ribet dan gampang dibuatnya.


Ketika tidak punya financial planning yang memadai dan menjalani gaya hidup "ada uang langsung beli barang", siap-siaplah keuangan kita bisa jebol alias bangkrut. Nggak usa jauh-jauh cari contohnya, kalau rajin pantengin TV terutama acara infotainment, kita mungkin sering lihat artis-artis dadakan yang ketika naik daun langsung mengubah gaya hidupnya dengan drastis. Langsung beli rumah mewah yang mungkin bisa menampung orang sekampung padahal rumah itu jarang ditinggali. Beli mobil mahal super cepat yang juga nggak bisa digeber abis di jalanan Jakarta yang sudah kesohor sering macet. Coba kita lihat dan perhatikan dengan baik, setelah masa ketenaran mereka berlalu, apakah mereka masih bisa terus mempertahankan gaya hidup seperti itu? itu adalah gaya hidup yang mahal yang nggak bisa dipertahankan dalam waktu panjang. Sebagian dari mereka ketika masa tuanya harus menjual kembali barang dan aset mereka demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Jadi, setelah menetapkan tujuan keuangan jangka pendek, dan jangka panjang, kita bisa alokasikan (bagi-bagikan) jumlah yang yang kita punya untuk mencapai tujuan-tujuan tadi. Proses ini dinamakan financial budgeting atau singkatnya budgeting.

Materi mengenai financial budgeting cukup panjang dan akan dibahas pada artikel berikutnya.


2017/09/23

Langkah awal menuju pengelolaan uang yang baik

Pengelolaan uang yang baik perlu dimulai dengan pola pikir (mindset) mengenai pengelolaan uang yang baik.




Kenapa kita ingin jadi kaya? jawabannya mungkin beragam. Dari yang "mulia" kayak: untuk membantu orang miskin, sampai yang "kurang mulia" kayak: sudah bosan miskin, ingin balas dendam sama orang yang meremehkan, dan alasan lainnya. 

Pelajari rahasia semua orang kaya di dunia, & kita akan menemukan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan pribadi. Ya, mereka sama seperti kita, manusia yang punya keinginan untuk tampil keren, tapi mereka menyadari ada yang lebih penting dari sekedar penampilan. Mereka punya tujuan lebih besar yang ingin dicapai. 

A. Tentukan tujuan yang lebih mulia.
Pak Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank BCA ketika ditanya mengenai kiat suksesnya memimpin perusahaan besar seperti BCA pernah berkata, "Dalam memimpin sebuah kapal besar, kita harus tahu tujuan kita. Hal-hal yang tidak benar harus diketahui juga agar kita sampai di tujuan."

Jika anda mempunyai tujuan hidup yang mulia (contoh : menolong orang miskin sebanyak-banyaknya melalui kekayaan anda) dan anda hidupi tujuan tersebut, maka seharusnya anda lebih mudah menemukan diri anda dikelilingi oleh orang-orang yang senang untuk memberi nilai tambah kepada anda. Nilai tambah tersebut tidak harus dalam bentuk uang, tapi bisa dalam bentuk pengetahuan, tenaga, informasi, dan lain-lain, yang mana hal-hal tersebut berpotensi membantu anda meningkatkan kekayaan anda lebih cepat.

Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia, memakai uangnya dengan baik. Sekalipun punya banyak sekali aset dan memakai uang miliknya untuk keinginannya, ia tidak lupa memberi donasi. Sampai saat ini Bill Gates sudah memberi lebih dari USD 26 miliar (atau Rp 312 triliun) bagi orang lain. Wow. Tidak percaya bahwa Bill Gates suka berdonasi? simak video berikut ini :



Tidak mudah memang menaklukkan keinginan untuk terlihat keren. itu adalah suatu 'pertempuran'. Tapi mereka yang sudah memenangkan 'pertempuran' ini tahu, mencari uang hanya untuk dihabiskan lagi demi kesenangan pribadi adalah sia-sia. Karena itu tidak akan ada habisnya. 

Di sisi lain, jika anda hidup dengan punya tujuan yang jelas. Kita bisa membuat program, mau dihabiskan untuk apa saja uang kita. ita tidak menjadi orang yang gelap mata ketika melihat tulisan "CICILAN 0%" atau "DISCOUNT 40%". Kita akan pikir panjang sebelum membeli sebuah barang, apalagi kalau masih punya cicilan lain yang belum lunas dibayar. Kita akan berpikir seribu kali sebelum membelanjankan uang karena tahu ada sesuatu yang ingin didapatkan dengan uang itu.

Apakah kamu termasuk orang yang punya tujuan yang jelas? kalau bukan termasuk orang seperti ini, jangan takut, karena kamu bisa berubah dan akan melihat hasil perjuanganmu.

B. Jabarkan tujuan hidup anda ke bentuk yang lebih mudah direalisasikan, dan buatlah tujuan keuangan jangka panjang dan tujuan keuangan jangka pendek untuk mendukung tujuan hidup anda tersebut.
Tujuan keuangan jangka panjang adalah seuatu yang ingin dicapai dalam waktu yang cukup lama, misalnya, hal yang ingin dicapai dalam waktu 10-20 tahun lagi.

Di sisi lain, tujuan keuangan jangka pendek adalah tujuan yang ingin dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama, misalnya bisa 1 minggu, 1 bulan, atau 1 tahun. 

Misalnya anda punya tujuan hidup untuk menolong orang miskin sebanyak-banyaknya melalui kekayaan anda,  maka mulailah rencanakan berapa jumlah keseluruhan uang yang ingin anda donasikan ke yayasan sosial yang baik dalam waktu 10 tahun ke depan, dan setelah tahu jumlah keseluruhan tersebut, coba anda buat tujuan keuangan jangka pendeknya, setiap bulannya berapa uang yang harus disisihkan untuk didonasikan kepada yayasan sosial yang baik. 

Tujuan keuangan jangka panjang sebaiknya dipecah-pecah menjadi beberapa tujuan keuangan jangka pendek, sehingga tidak merasa kewalahan dengan tujuan panjang kita.

Saat punya tujuan yang jelas seperti ini, kita sedang mengambil kendali atas uang kita. Kita mengatur sebarapa banyak yang yang harus ditabung untuk mencapai tujuan itu. Berapa banyak yang bisa dihabiskan? berapa banyak yang harus diinvestasikan?


C. Kenali semua kelebihan dan kekurangan pribadimu.
Ada sebuah persamaan matematika dua variabel yang membantu menjelaskan resep menjadi kaya :
X + Y = Kaya
X di sini adalah kemampuan kita mencari uang. Ini bisa saja berupa gaji bulanan, hasil usahan bulanan, hasil keutungan investasi, harta warisan yang ditinggalkan oleh orangtua, ataupun hal lainnya.

Y di sini adalah kemampuan mengelola keuangan. 

Nah kemampuan kita mencari uang ini bisa ditingkatkan bila kita mengetahui kelebihan kita dan mau mengembangkan kelebihan kita dan mengurangi kekurangan pribadi kita.




Jadi, hal kedua yang harus dilakukan adalah mengenal diri sendiri. Kenali semua kelebihan dan kekurangan pribadimu. Salah satu caraya adalah dengan mulai merenungkannya dan menuliskannya di secarik kertas. 


Sebagian besar masalah kita adalah bukannya tidak tahu kelemahan dan kelebihan diri kita. Kita pasti tahu. Sudah terlalu sering kita ikut tes psiskologi dan baca banyak artikel tentang kelamahan dan kelebihan ini. Masalahnya, kita terlalu malas untuk mengatasi kelemahan kita dan menggunakan kelebihan kita. Bukankah kita sering dengar alasan begini, "Ya, gue sih orangnya memang seperti ini, mau diapain lagi?"

Come on, guys, stop making excuses, dan mulailah bertindak. 
"Perjalanan seribu mil selalu dimulai dengan langkah pertama" Kata sebuah pepatah terkenal Tiongkok.