A. Belajar berhemat
"Kedamaian finansial bukanlah masalah kepemilikan benda, tapi cara belajar hidup hemat, di mana pengeluaran lebih kecil daripada penghasilan sehingga anda dapat punya uang lebih dan uang untuk berinvestasi. Anda tidak bisa menang sampai melakukan hal ini."
- Dave Ramsey
Orang kaya adalah orang yang mengatur uangnya dengan baik. mereka tidak menghamburkan semua uangnya untuk kesenangan pribadi, karena mereka punya tujuan yang lebih besar. Mereka tahu cara membagi uangnya untuk ditabung, dipakai, dan diinvestasikan. Inilah mental yang harus kita miliki dan kembangkan. Jangan punya mental yang salah mengenai keuangan, mental yang salah tersebut adalah begitu ada uang, langsung dihabiskan saat itu juga, tanpa berpikir panjang. Namun bukan berarti setelah membaca artikel ini, anda menjadi hemat luar biasa tanpa menghiraukan kesehatan anda, contoh yang perlu dihindari ketika berhemat : setiap hari hanya makan mie instant, ini kurang baik, karena kita tahu sendiri bahwa kandungan gizi mie instan kurang mencukupi kebutuhan gizi manusia, dan resiko yang bisa dialami orang yang setiap harinya selalu makan mie instan adalah daya tahan tubuh yang kurang kuat, sehingga lebih mudah terserang penyakit dan akitbatnya justru mengeluarkan biaya pemeriksaan di ruang praktek dokter dan biaya berobat yang jauh lebih mahal dibandingkan makan makanan yang cukup bergizi setiap harinya.
B. Rencanakan keuanganmu
Perencanaan atau planning mungkin berkesan seperti sebuah hal yang kompleks dan hanya dipakai oleh para profesional berdasi di kota besar, namun kenyataannya, planning sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terlepas dari siapa kita dan apa status sosial kita. Kita setiap hari, sadar nggak sadar, membuat planning mulai dari pagi sampai malam hari. Mulai dari planning hal yang sederhana (seperti mau bangun jam berapa, makan jam berapa, makanan jenis apa), sampai planning hal yang lebih besar (seperti mau kulaih di universitas mana, ambil jurusan apa, mau kerja di perusahaan apa, mau tinggal di mana).
Kalau kita rela mengambil waktu dan pikiran buat bikin planning hal-hal yang nggak terlalu penting, kita harus lebih mau ambil waktu dan pikiran bikin planning untuk hal yang jauh lebih penting, kayak masalah keuangan. bener, nggak? Sayangnya, sebagian banyak orang lebih sering bikin planning hal-hal kecil yang tidak terlalu penting daripada bikin planning buat hal yang memang penting. Hal ini mungkin karena hal-hal kecil itu nggak ribet dan gampang dibuatnya.
Ketika tidak punya financial planning yang memadai dan menjalani gaya hidup "ada uang langsung beli barang", siap-siaplah keuangan kita bisa jebol alias bangkrut. Nggak usa jauh-jauh cari contohnya, kalau rajin pantengin TV terutama acara infotainment, kita mungkin sering lihat artis-artis dadakan yang ketika naik daun langsung mengubah gaya hidupnya dengan drastis. Langsung beli rumah mewah yang mungkin bisa menampung orang sekampung padahal rumah itu jarang ditinggali. Beli mobil mahal super cepat yang juga nggak bisa digeber abis di jalanan Jakarta yang sudah kesohor sering macet. Coba kita lihat dan perhatikan dengan baik, setelah masa ketenaran mereka berlalu, apakah mereka masih bisa terus mempertahankan gaya hidup seperti itu? itu adalah gaya hidup yang mahal yang nggak bisa dipertahankan dalam waktu panjang. Sebagian dari mereka ketika masa tuanya harus menjual kembali barang dan aset mereka demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Jadi, setelah menetapkan tujuan keuangan jangka pendek, dan jangka panjang, kita bisa alokasikan (bagi-bagikan) jumlah yang yang kita punya untuk mencapai tujuan-tujuan tadi. Proses ini dinamakan financial budgeting atau singkatnya budgeting.
Materi mengenai financial budgeting cukup panjang dan akan dibahas pada artikel berikutnya.







0 comments:
Post a Comment